Widget HTML Atas

Kronologi Gagalnya Teknologi Nuklir Indonesia

Sempat terpikir tidak, jika Teknologi Nuklir Di Indonesia Berkembang? Kenapa Teknologi Nuklir tidak pernah jadi di Indonesia? Apa yang sebenarnya terjadi?

Sebentar lagi kita akan tahu kenapa dan alasannya kenapa. Sebagai hal kecil yang menjadi bukti nyata dari narasumber yang terkait dengan penciptaan Teknologi Nuklir dan belum pernah terungkap sebelumnya.


Kegagalan Tekad Teknologi Nuklir Indonesia Dengan Uni Soviet

Potret Ir. Soekarno dengan Tokoh Uni Soviet Terkait Teknologi Nuklir


Serpong menjadi salah satu yang berperan dalam sejarah di dunia  teknologi nuklir. Perancangan tersebut menjadi salah satu keinginan Presiden Soekarno dengan menggunakan reaktor IRI-2000 dari Uni Soviet. 

Politik Internasional dan perkembangan teknologi dunia tentu didominasi oleh negara superpower. Siapa  negara superpower? yang memenangi perang dunia kedua. United States dan Uni Soviet. 


Sejarah Terbentuknya Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)

Pasca perang dunia kedua, kekuatan negara dimiliki oleh 2 pihak yaitu United States dan Uni Soviet. Keduanya memiliki persaingan di bidang militer yang pada akhirnya terjadi perang dingin. Bahkan sampai kepada hal yang paling fenomenal adalah serangkaian percobaan nuklir di Bikini Atol pada 1947 dan 1958.

Indonesia menjadi concern terhadap isu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir dan mencetuskan kebijakan terkait penyebaran radioaktif di wilayah laut pasifik. Saya kurang tau kenapa kebijakan tersebut keluar. entah sudah ada yang menjadi korban dari hasil uji coba peledakan nuklir tersebut.

Ternyata kebijakan tersebut untuk melindungi indonesia dari gejolak kedua negara. Sejarah dimulainya pertumbuhan studi teknologi nuklir di Indonesia diawali pada tahun 1954, dengan pembuatan Panitia Negeri buat penyelidikan radioaktif. Dengan kewenangan buat melaksanakan penyelidikan terhadap mungkin terdapatnya penyebaran radioaktif akibat uji coba senjata bom atom di lautan pasifik, Panitia Negeri sekalian pula mencermati perkembangan pemanfaatan serta pemakaian tenaga nuklir untuk kemaslahatan warga, pada bertepatan pada 5 Desember 1958 didirikanlah Badan Tenaga Atom serta Lembaga Tenaga Atom (LTA), lewat Peraturan Pemerintah Nomor. 65 tahun 1958, pada bertepatan pada 5 Desember, ialah bertepatan pada yang memiliki untuk pertumbuhan studi teknologi nuklir di Indonesia, yang pada kesimpulannya diperingati selaku hari jadi Tubuh Tenaga Nuklir Nasional( BATAN).

Dalam usaha kenaikan kepiawaian dalam bidang teknologi nuklir pada tahun 1965, Indonesia sudah meresmikan reaktor nuklir awal buat perkembangan studi atom serta tenaga nuklir yang berlokasi di Bandung dengan nama reaktor Triga Mark II. Secara berturut, dibentuk sebagian sarana buat keperluan riset, ialah Pusat Riset Tenaga Atom yang berlokasi di Pasar Jumat Jakarta Selatan, pada 1966, serta pembangunan Pusat Riset Tenaga Atom GAMA, di Yogyakarta pada 1967. Pada masa Orde Baru Indonesia pada 1987 Indonesia sudah memiliki reaktor penelitian Reaktor Serba Guna yang berkapasitas 30 Megawatt. 


Tujuan Awal Soekarno Tentang Nuklir Dan Nuklir China

Pusat Riset Nuklir itu merupakan buah tekad perang Sukarno. Dikala itu, Sukarno secara terang- terangan melaporkan Indonesia bakal meningkatkan senjata nuklir buat revolusi.
Perihal ini terungkap dalam harian bertajuk When Sukarno Sought the Bomb: Indonesian Nuclear Aspirations in the Mid- 1960s yang ditulis Robert Meter Cornejo, tentara sekalian periset militer AS. Harian itu diterbitkan di The Nonproliferation Review pada 2000 silam." Di dini 1960- an, Sukarno berupaya menggerakkan Indonesia buat melaksanakan revolusi, tetapi kali ini melawan kolonialisme, neokolonialisme, serta imperialisme (diketahui selaku NEKOLIM), yang diyakininya lagi dicoba negara- negara Barat di Asia Tenggara," tulis Cornejo. Sementara itu, di tahun 1958, Menteri Luar Negara Subandrio melaporkan Indonesia tidak memiliki senjata atom ataupun senjata nuklir. Subandrio pula mengaku Indonesia tidak memiliki ketertarikan buat memilikinya. Indonesia dikala itu memiliki Lembaga Tenaga Atom( LTA). Tetapi lembaga ini mengawasi serta meningkatkan tenaga nuklir buat kepentingan energi.

Menteri Penerangan Roeslan Abdulghani berkata keahlian nuklir Cina hendak membuka mata negeri Barat kalau Asia serta Afrika tidak dapat lagi dipahami mereka." 2 aspek yang bisa jadi menimbulkan respons positif dari Indonesia ialah penyataan pemerintah Cina soal bom itu serta antusiasme Sukarno terhadap bom atom," yang diucapkan Cornejo. Kemajuan Cina mendesak Indonesia buat berputar arah. Pada November 1964, Sukarno melaporkan sokongan menggunakan pengetahuan atomnya buat revolusi. Di waktu yang sama, Direktur Pengadaan Senjata Angkatan Darat Brigjen Tentara Nasional Indonesia(TNI) Hartono apalagi melaporkan Indonesia sanggup meledakkan bom atom sendiri. AS, apalagi Australia, menyangka enteng statement Indonesia. Alasannya, reaktor nuklir yang dipunyai Indonesia terlampau kecil.


Tekad Soekarno Kandas
Alibi Sukarno sangat bersemangat meningkatkan senjata nuklir serta bom atom ialah pengaruh Barat di Asia Tenggara. Sukarno dikala itu menentang kemerdekaan Malaysia yang disokong oleh penjajahnya, Inggris. Dia takut Malaysia hendak dijadikan pangkalan militer oleh Inggris." Ganyang Malaysia!" merupakan semboyan yang tidak henti- hentinya di informasikan Sukarno. Tidak hanya itu, kehadiran tentara AS ke Vietnam, pula mengkhawatirkan Sukarno hendak model penjajahan baru ataupun neokolonialisme. Tetapi saat sebelum bom atom impiannya terwujud, Sukarno didera prahara G30S serta lengser pada 1966.

AS senantiasa melanjutkan dukungannya untuk Indonesia. Di dasar Soeharto, tenaga nuklir dibesarkan buat kepentingan tenaga. Mimpi bom atom serta senjata nuklir Indonesia juga terkubur bersama Sukarno. 

Wisata Cibaliung
Wisata Cibaliung
Mari Berjalan Mari Bercerita dengan Secangkir Petualangan

Related Posts

Post a Comment