Widget HTML Atas

Vergader Verbod Penangkapan Tokoh Islam Dan Tujuan Pencekik Pergerakan

Menjamurnya organisasi serta partai politik yang tergolong dalam organisasi radikal non-kooperatif pada awal 1930-an, agaknya membuat pemeritah kolonial Hindia Belanda gentar. Mereka mulai merasa terganggu dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti rapat, berkumpul, dan menjadi pusat perhatian.

Alasan Pemerintah Menerapkan Peraturan Vergader Verbod Berlaku


Dari kekhawatiran kolonial hindia-belanda pun akhirnya melahirkan peraturan yang dinamakan dengan Vergader Verbod.

Vergader Verbod ini dikeluarkan oleh kolonial Belanda waktu itu. Pada Masa tertentu mulai tanggal 1 Agustus 1933, Vergader Verbod, melarang anggota masyarakat dalam bentuk apa pun mengadakan rapat, musyawarah, berunding dan bertukar pikiran yang terbuka kepada khalayak ramai tanpa izin pemerintah kolonial. Meraka yang kedapatan berkumpul lebih dari tiga orang akan ditangkap dan dikenakan sanksi.
Pada saat itu, terdapat agen PID (Politieke Inlichtlingen Dienst) yang merupakan polisi kolonial yang tersbebar ke hampir seluruh wilayah untuk mengawasi kegiatan politik para pemuda. Mereka akan mengawasi setiap gerak-gerik aktivitas yang dilakukan, jika ada yang mencurigakan, atau terlihat perkumulan-perkumpulan maka akan di tangkap.

Jika masyarakat ingin mengadakan perkumpulan, izin tertulis harus diajukan kepada asisten residen (semacam pejabat kecamatan, bawahan bupati). Asisten residen tersebut kemudian menilai apakah terdapat kemungkinan kegiatan politik yang mengancam keamanan dan Ketertiban pemerintahan kolonial Hindia-Belanda.

Mungkin jika kalian sempat mendengar pada era soeharto seperti ini. Ditangkap jika  melakukan  perkumpulan, ini seperti sama saja menggunakan cara lama. Dimana masyarakat tidak dibolehkan untuk berkumpul  karena suatu kekhawatiran yang mampu merenggus kekuasaan ataupun kelanggengan orang tersebut. Maka ditangkaplah orang yang melakukan perkumpulan. Jelas ini adalah Vergader Verbod yang dulu sempat dilakukan oleh Bangsa Belanda saat menjajah negara Pancasila. Apakah nanti setelah Jokowi lolos dalam 3 periode menjadi Presiden ini akan terulang peraturan Vergader Verbod seperti jaman Hindia-Belanda?

Dikeluarkannya Vergader Verbod ini benar-benara menyulitkan pemuda-pemudi yang bergerak di bidang organisasi politik, gerak langkah mereka sangat dibatasi, tak ada kebebasan apalagi kenyamanan untuk menjalankan aktivitas politik.

Pemuda-pemudi menggunakan segala cara untuk bisa berkumpul dan berbicara mengenai organisasi. Mereka kadang kala harus pura-pura berjalan bersama di sebuah gang seolah sedang mengobrol asyik, padahal sedang rapat. Apabila polisi Belanda curiga kemudian menguntit, mereka akan pura-pura menari, bernyanyi, tertawa supaya terlihat seperti gerombolan pemuda yang sedang bersenang-senang, bukan berpolitik.

Tidak sedikit kaum pergerakan kemerdekaan yang merasakan akibat dari Vergader Verbod  dari penjara ke penjara sampai mengalami "Pembuangan ke Boven Digul."

Oke, buat yang baca artikel ini. terimakasih sebelumnya. Jadi ada yang ingin saya ceritakan beberapa hal yang memang berhubungan dengan Vergader Verbod yang diibilang Zelf Bestuur

Dahulu terjadi penangkapan yang dilakukan. Penangkapan yang dilakukan adalah Veldpolitie dari Sunggal atas 29 orang rakyat yang tengah berkumpul untuk belajar agama. Meraka dituduh telah melakukan kumpulan yang bertujuan jahat. Ini dituduh. Berarti adanya unsur fitnah disini. Alih-alih karena perkumpulan jahat. Dan setelah di ketahui, bahwa perkumulan itu adalah perkumpulan belajar agama islam. 

Hal ini adanya pengaduan oleh penghulu. Nah ini adalah kelakuan pengaduan yang dilakukan oleh penghulu kepada yang dikepalai oleh Datoek Soenggal.

Sebetulnya apa sih yang dikhawatirkan dari Vergader Verbod ini. Indonesia sejatinya lebih menganut dan berkiblat lah bisa kita katakan. Karena Vergader Verbod ini seperti budaya yang sudah mengakar dari Pendahulu jadi tidak ada inovasi atau pembaharuan maka ini lah yang menjadi kemunduran. Benar tidak boleh melupakan sejarah. Tapi, Sejarah hanyalah menjadi ukuran untuk bagaimana kita tidak melakukan kesalahan yang pernah ada. Apakah sejarah dahulu itu hanya kesalahan saja. Tentu tidak, generasi indonesia itu cenderung penakut untuk melakukan sesuatu yang inovatif. Ya wajar menurut saya. Karena banyak kekahwatirannya. 

Kembali ker Vergader Verbod. Jadi, mereka menganggap ini akan mengganggu keamanan suatu negara jika Vergader Verbod terus dilakukan. Dahulu adanya Vergader Verbod ini berlaku hanya untuk sementara saja.

Wisata Cibaliung
Wisata Cibaliung
Mari Berjalan Mari Bercerita dengan Secangkir Petualangan

Related Posts

2 comments

  1. Jadi nambah wawasan baru nih, karena baru pertama baca juga.
    Makasih artikelnya min, bermanfaat sekali hehe

    ReplyDelete

Post a Comment